RIBUAN MAHASISWA FUSI MENGIKUTI STUDIUM GENERALE

Medan, FUSI UINSU [08/09/2022]

Ribuan Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Sumatera Utara Medan mengikuti acara Studium Generale pada Kamis tanggal 08 September 2022.

Mahasiswa tampak rapi dan tertib mengikuti Studium Generale
Dosen-dosen FUSI ikut menyukseskan Studium Generale FUSI

Acara yang digelar di Aula Utama Kampus II UIN Sumatera Utara tersebut mengambil tema “Perspektif Pemikiran Islam Tentang Nilai Moderasi Beragama Dalam Bingkai Wahdatul Ulum” dengan menghadirkan Guru Besar guru besar dari IAIN Langsa. Prof Dr. Ismail Fahmi Ar Rauf Nasution, MA sebagai narsumber.

Dr. Adenan, MA selaku ketua panitia melaporkan Bahwa acara ini diselenggarakan atas kerjasama seluruh Prodi S1 di FUSI dan dukungan dari pimpinan serta seluruh panitia sehingga berjalan dengan sukses.

Ketua Panitia sedang menyampaikan laporan

Acara yang dibuka langsung oleh Dekan FUSI Prof. Dr. Amroeni Drajat, MAg ini, selain diikuti oleh ribuan mahasiswa, juga diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan, operator dan Dosen-Dosen di lingkungan FUSI.

Dekan saat memberikan arahan dan sekaligus membuka secara resmi
Dekan, Wakil Dekan,dan beberapa ketua Prodi serta Narasumber.

Pada pelaksanaan studium generale ini, semua bentuk pembelajaran di kelas dialihkan ke Aula dan melaksanakan absensi di aula. Mahasiswa juga diminta untuk memberikan/membuat resume. Hal ini ini dilakukan sebagai bentuk bukti keseriusan mengikuti acara ini.

Acara yang dimoderatori oleh Ustadz Ryandi, M.Ud ini tampak berlangusng hidmat, setelah diperkenalkan dan dipersilakan oleh moderator narasumber pun menyampaikan pokok-pokok pikirannya.

Ustadz Ryandi, M.Ud (Kiri) sedangkan mengantarkan dalam sesi studium generale

Dalam sajiannya, narasumber menyebutkan bahwa Konsep Wahdatul  ‘Ulûm merupakan suatu kesatuan ilmu pengetahuan yang saling berkoneksi satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain yang menjadikan keharmonisan yang saling melengkapi. Integrasi setiap disiplin ilmu ini bukan hanya ilmu agama dan ilmu saintifik tetapi didalamnya terelaborasi berbagai pengetahuan sehingga memaknai nilai moderasi didalamnya.

Nilai Moderasi beragama meniscayakan umat beragama untuk tidak mengurung diri, tidak menganggap bahwa bidang ilmu tertentu lebih mulia dari bidang ilmu yang lain, tidak eksklusif (tertutup) dalam berilmu, tetapi bersikap inklusif dan terbuka terhadap ilmu pengetahuan, melebur, beradaptasi, integratif, serta terus selalu belajar di samping memberi pengajaran. Dengan demikian, nilai moderasi beragama dalam bingkai Wahdatul  ‘Ulûm akan mendorong masing-masing penuntut ilmu untuk tidak bersifat berlebihan dalam menyikapi suatu ilmu pengetahuan, termasuk keragaman agama dan tafsir agama, melainkan selalu bersikap adil dan berimbang sehingga dapat hidup dalam sebuah kesepakatan bersama (Kementerian Agama, 2019).  

Seorang penuntut ilmu akan dengan mudah memiliki sifat terbuka dan bisa beradaptasi khususnya dalam menyikapi perkembangan keilmuan yang ada. Wahdatul  ‘Ulûm, inilah sesungguhnya salah satu hakikat dari nilai moderasi beragama. Bagi masyarakat yang plural dan multikultural seperti Indonesia, world view terhadap seluruh disiplin ilmu dalam nilai moderasi beragama menjadi sangat penting agar masing-masing dapat mendialogkan dan mengintegrasi keilmuan, hal ini sangat bermanfaat dalam menjalani kehidupan dalam keragaman agama, budaya, sosial, ilmu pengetahuan.

UIN Sumatera Utara, terlebih lagi Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, harus mempelopori Wahdatul  ‘Ulûm atau integrasi ilmu-ilmu keagamaan dengan ilmu-ilmu umum dengan cara mengelaborasikan Wahdatul  ‘Ulûm agar integrasi keilmuan menjadi daya saing tersendiri diantara perguruan tinggi yang ada. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pendidikan yang mengajarkan sikap keseimbangan dan penuh dengan nilai-nilai moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat yang majemuk untuk menghindari klaim-klaim kebenaran secara sepihak, karena agama Islam sangat mengedepankan kemashlahatan umat (mashlahatul Ummah).

Di akhir acara, sebelum dikembalikan pada pembawa acara, Dekan FUSI didampingi oleh Wakil Dekan 1 dan Ketua Panitia menyerahkan cenderamata dan piagam penghargaan kepada narasumber sebagai ucapan terimkasih karena telah berbagi ilmu kepada civitas akademika FUSI.

Dekan didampingi Wakil Dekan 1 dan Ketua Panitia menerahkan plakat pada narasumber

Semoga FUSI makin Jaya dinaungi Rahmat dan Ridho dari Allah. Amin

#FUSI,,JAYA!!!#