Medan, 5 Mei 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Sumatera Utara Medan menggelar kegiatan Sambung Rasa Alumni bagi para wisudawan ke-88 pada Selasa (5/5/2026) di Hotel Miyana Medan. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 84 peserta yang terdiri dari lulusan program Doktor, Magister, dan Sarjana dari berbagai program studi.
Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara alumni dengan fakultas, sekaligus sebagai ruang refleksi sebelum para lulusan memasuki dunia pengabdian di tengah masyarakat. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan yang sarat makna tersebut.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara menegaskan bahwa pendidikan memiliki tiga tujuan utama yang harus menjadi pedoman para alumni dalam menjalani kehidupan.
Pertama, how to make a living, yakni bagaimana pendidikan membekali seseorang dengan keahlian dan keterampilan untuk memperoleh penghidupan yang layak. Melalui proses belajar, seseorang tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dekan mengutip firman Allah SWT:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Serta hadis Rasulullah SAW:
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim No. 2699)
Beliau menekankan bahwa belajar adalah fondasi utama dalam kehidupan manusia. Dengan belajar, seseorang dapat memperoleh pengetahuan baru, mengasah keterampilan, memperluas wawasan, serta menggali potensi diri. Selain itu, proses belajar juga membentuk kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
Kedua, how to lead a meaningful life, yaitu bagaimana menjalani kehidupan yang bermakna dan memberi manfaat bagi orang lain. Pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan bagian dari perjalanan membangun kapasitas diri (self capacity building) agar mampu bertahan dan berkontribusi dalam kehidupan.
Dalam perspektif Islam, kehidupan memiliki tujuan yang lebih tinggi, sebagaimana firman Allah SWT:
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
Dekan menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam tidak terbatas pada ritual, tetapi mencakup seluruh aktivitas kehidupan, termasuk bekerja, belajar, dan bermasyarakat, selama dilandasi niat yang benar. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.
Ketiga, how to ennoble life, yakni bagaimana memuliakan kehidupan. Para alumni diharapkan mampu menjaga martabat manusia, melestarikan lingkungan, serta membangun pola kehidupan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Nilai-nilai ini sejalan dengan konsep ekoteologi dalam Islam yang menempatkan manusia sebagai penjaga keseimbangan alam.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Maidah: 32)
Mengakhiri sambutannya, Dekan berpesan agar para wisudawan tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan diri, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Kegiatan Sambung Rasa ini diharapkan dapat memperkuat komitmen para alumni untuk menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis. (Mr.Z_Humas FUSI UIN Sumatera Utara Medan)
